Dibaca 73
Oleh: Wajidi Sayadi
Materi ini disampaikan pada Ngaji Fiqih Puasa di Surau Babul Jannah Pontianak Ahad Subuh, 27 Sya’ban 1447/15 Pebruari 2026.
Puasa adalah ibadah, maka perlu ada niat. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ
Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya (QS. al-Bayyinah/98: 5).
Dalam hadis, Rasulullah SAW. mempertegas dengan sabdanya:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya amal itu hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkannya. (HR. Bukhari dari Umar bin Khattab).
Atas dasar ayat al-Qur’an dan hadis tersebut, para ulama merumuskan bahwa niat adalah rukun dan syarat sah puasa. Ibadah puasa tidak sah apabila tidak berniat puasa.
Para ulama menjelaskan lebih rinci mengenai beberapa syarat dan ketentuan yang terkait dengan cara berniat puasa Ramadhan, antara lain:
- Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar, yakni sebelum subuh.
Hal ini didasarkan pada hadis Nabi SAW. Beliau bersabda:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فلَا صِيَامَ لَهُ
Siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Abu Daud dari Hafshah isteri Nabi SAW.).
- Niat harus menentukan untuk puasa fardhu.
Berniat tidak cukup hanya mengatakan saya berniat puasa besok, tapi harus ditegaskan puasa Fardhu. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Abu Syuja’:
وفرائض الصوم أربعة أشياء أحدها النية بالقلب فإن كان الصوم فرضا كرمضان أو نذرا فلا بد من إيقاع النية ليلا ويجب التعيين في صوم الفرض كرمضان وأكمل نية صومه أن يقول الشخص نويت صوم غد عن أداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى
Wajibnya puasa ada empat, salah satunya adalah niat di hati, jika puasa itu fardhu seperti puasa ramadhan atau puasa nadzar, maka niat itu harus dilaksanakan pada malam hari dan wajib menentukan dalam niat puasa itu sebagai puasa fardhu seperti puasa Ramadhan. Niat puasa yang sempurna, ketika seseorang mengucapkan: “Saya berniat puasa besok untuk menunaikan puasa fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”. (Fath al-Qarib h. 25).
- Niat itu harus tegas dan pasti, tidak boleh bimbang dan ragu.
- Niat puasa harus berulang-ulang setiap hari puasa, sebanyak puasa yang dilakukan.
Mayoritas ulama seperti ulama madzhab Hanafi, madzhab Syafi’I, dan Ahmad bin Hambal), berpendapat bahwa niat puasa dilakukan setiap hari setiap satu puasa, yakni setiap malam kita berniat puasa, karena puasa dihitung setiap hari, yakni sejak terbitnya fajar hingga terbenan matahari.
Batalnya puasa pada suatu hari tertentu tidak menyebabkan batalnya puasa pada hari yang lainnya, karena satu puasa dihitung satu hari.
Wahbah az-Zuhayliy menjelaskan:
تعدد النية بتعدد الأيام هذا شرط عند الجمهور وليس بشرط عند المالكية, فيشترط عند الجمهور النية لكل يوم من رمضان على حدة لأن صوم كل يوم عبادة على حدة غير متعلقة باليوم الآخر بدليل أن ما يفسد أحدهما لا يفسد الآخر فيشترط لكل يوم منه نية على حدة
Niat diulang-ulang sesuai dengan berulangnya hari puasa. Ketentuan ini merupakan syarat sah puasa menurut mayoritas ulama, berbeda dengan madzhab Malikiy tidak memandangnya sebagai syarat. Menurut mayoritas ulama, niat puasa setiap hari pada bulan ramadhan, karena puasa pada setiap hari merupakan satu ibadah, tidak tergantung pada puasa hari lainnya, dengan alas an bahwa batalnya satu puasa di satu hari tidak menyebabkan batal juga puasa pada hari yang lainnya. Oleh karena itu, niat disyaratkan untuk dilaksanakan setiap hari. (al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuhu Jilid III h. 1677).
Berbeda dalam ulama madzhab Maliki, ia berpendapat bahwa niat puasa cukup sekali saja pada awal ramadhan. Niatnya berpuasa untuk satu bulan Ramadhan. Alasannya, puasa yang diwajibkan adalah puasa satu bulan Ramadhan. Satu bulan merupakan satu kesatuan waktu. Oleh karena itu, puasa yang dilaksanakan dari awal sampai akhir bulan ramadhan merupakan satu ibadah, seperti halnya shalat dan haji, cukup dilakukan dengan satu kali niat.
Ada juga ulama yang berpendapat sebagai ihtiyath, kehati-hatian, selain berniat puasa Ramadhan setiap malam, boleh menganut paham madzhab Imam Malik, yaitu pada malam pertama Ramadhan, berniat puasa untuk satu bulan Ramadhan. Ketika pada hari-hari berikutnya, ada yang ketinggalan lupa berniat puasa, maka sudah tertutupi oleh niat sebulan tersebut. Wa Allahu A’lam.
Semoga Bermanfaat
Pontianak, 27 Sya’ban 1447 H/15 Pebruari 2026