IKHTIAR MERAIH DAN MENIKMATI RIDHA ALLAH

Oleh: Wajidi Sayadi
Materi ini bagian dari apa yang disampaikan pada Kajian Hadis Rutin di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Malam Senin.
Ridha Allah merupakan dambaan dan harapan tertinggi setiap orang yang ingin bahagia dunia-akhirat.
Ridha artinya gembira, senang, dan cinta. Ridha Allah artinya, Allah gembira, senang, dan cinta.
Ketika orang tua merasa gembira, senang, dan cinta pada anak-anaknya, maka walau pun anak-anaknya nakal, sering berbuat salah dan menjengkelkan, orang tua tetap peduli, sayang dan akan memenuhi apa pun yang diminta dan disenangi oleh anak-anaknya.
Kegembiraan dan kecintaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya melebihi kegembiraan dan kecintaan orang tua terhadap anak-anaknya.
Ketika Allah ridha, gembira, senang, dan cinta, maka sebesar apa pun kesalahan hamba-Nya akan dimaafkan dan diampuni. Sekecil apa pun amal kebaikannya, akan dilipatgandakan nilai dan pahalanya. Hidup akan senantiasa dimudahkan dan diberikahi.
Allah Ta’ala berfirman:
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
27. Wahai jiwa yang tenang, 28. kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai. 29. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku 30. dan masuklah ke dalam surga-Ku! (QS. Al-Fajr, 89: 27-39).
Setiap orang yang hendak menghadap ke Hadirat Allah, ingin dipanggil oleh Allah sebagai jiwa yang tenang, dalam keadaan ridha, gembira, dan di ridhai, disenangi, dan dicintai Allah. Bahkan diajak bergabung bersama hamba-hamba-Nya yang terbaik serta dipersilakan masuk surga. Ini sungguh menjadi harapan dan dambaan setiap orang, ingin selalu merasa ridha, gembira dan disenangi serta dicintai Allah.
Lalu bagaimana cara meraih dan menikmati ridha Allah?
Ada banyak cara yang bisa dilakukan antara lain:
Pertama, harus ridha pada Allah, ridha pada Rasulullah SAW., ridha terhadap syariat dan tuntunannya yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
مَنْ قَالَ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
“Siapa yang mengucapkan dengan tekad, Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai rasul), maka wajib baginya masuk surga. (HR. Abu Daud dari Abu Said al-Khudriy).
Merasa ridha pada agama dan segala ketentuannya adalah merasa lega, senang, dan gembira setiap menjalankan ibadah dan ketentuan-ketentuan agama, tanpa rasa berat, rasa kesal, dan menyesal.
Kedua, selalu merasa ridha, senang dan gembira menerima dan merasakan semua ketentuan takdir Allah, termasuk ridha menerima dan merasakan ujian musibah dan bencana.
Rasulullah SAW. menegaskan:
وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
Sesungguhnya Allah, apabila mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Siapa yang ridha, maka baginya ridha Allah, dan siapa yang marah, maka baginya kemarahan.” (HR. Tirmidzi dari Anas bin Malik).
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW. bersabda:
فَمَنْ رَضِيَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَارَكَ اللَّهُ لَهُ فِيهِ وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لَمْ يَرْضَ لَمْ يُبَارِكْ لَهُ
Siapa ridha terhadap pemberian Allah ‘Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahinya dan siapa tidak ridha, maka Allah tidak akan memberkahinya.” (HR. Ahmad).
Ridha, rela menerima dengan senang hati terhadap semua pemberian dan ketentuan Allah, apa pun bentuknya, maka Allah akan ridha dengan memberikan keberkahan terhadap apa yang kita miliki.
Berkah umur, berkah usaha dan rezeki, berkah ilmu, berkah keluarga dan keturunan, dan lainnya. Berkah artinya kebaikan dan kemanfaatan yang bertambah dan terus menerus.
Bahkan Rasulullah SAW. menegaskan bahwa dengan merasa ridha, gembira dan senang menerima semua pemberian dan ketentuan takdir dari Allah, membuat hati, jiwa dan pikiran menjadi tennag, dan itulah kekayaan hati yang luar biasa. Beliau bersabda:
وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ
Terimalah dengan gembira pemberian Allah kepadam,niscaya engkau menjadi orang paling kaya. (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah).
Ketiga, ridha, merasa gembira, senang dan bahagia menerima bersama kedua orang tua.
Rasulullah SAW. bersabda:
رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ
Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Umar).
Hadis ini menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan jalan besar meraih ridha Allah.
Keempat, selalu bersyukur atas adanya nikmat Allah. Maka Allah pun ridha kepada orang yang tahu dan mau bersyukur.
Rasulullah SAW. bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang apabila ia makan suatu makanan lalu memuji Allah atasnya, atau minum suatu minuman lalu memuji Allah atasnya.” (HR. Muslim dari Anas bin Malik).
Semoga kita termasuk orang-orang selalu ridha dan diridhai Allah.
Semoga Bermanfaat
Pontianak, 12 Januari 2026
Posted in: Kajian Islam

Leave a Comment