QANAAH MERASA SELALU CUKUP WALAU SEDIKIT SUMBER KETENANGAN HATI, JIWA DAN PIKIRAN

Oleh: Wajidi Sayadi

 

Materi ini merupakan bagian dari Ngaji Hadaiq al-Haqaiq Rutin setiap Ahad Subuh di Surau Babul Jannah Pontianak.

Kali ini pembahasan mengenai Qanaah. Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang serba material, keinginan untuk mendapatkan segalanya tidak pernah berakhir bahkan tanpa batas.

Pada akhirnya banyak manusia selalu resah, gelisah, galau, bahkan stress, karena tidak mampu mengendalikan keinginan yang berlebih-lebihan.

Upaya mengatasi penyakit seperti ini adalah dengan menanamkan sifat Qanaah dalam hati, jiwa, dan pikiran.

Apa itu Qanaah?

Qanaah artinya merasa cukup bahkan merasa sudah kaya dengan apa yang sudah ada pada dirinya walaupun sedikit.

Rasulullah SAW. berpesan:

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

Merasa rela dan gembiralah menerima pemberian Allah niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya. (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Menjadi orang kaya tidak semata-mata pada banyaknya harta dan fasilitas lainnya, akan tetapi lebih pada bagaimana sikap hati dan jiwa merasa cukup, senang dan tenang menerima dan mengelola nikmat Allah apa adanya.

Ketenangan hati dan jiwa itulah kekayaan yang luar biasa.

Dalam al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّه حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ

Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik. (QS. an-Nahl, 16: 97).

Kehidupan yang baik yang dimaksud dalam ayat ini adalah hidup dengan sifat Qanah, hati dan jiwa tenang menerima segala pemberian Allah apa adanya.

Dalam ayat lainnya, Allah berfirman:

لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللّٰهُ رِزْقًا حَسَنًاۗ

Sungguh akan dianugerahi oleh Allah rezeki yang baik. (QS. al-Hajj, 22: 58).

Rezeki yang baik yang dimaksud dalam ayat ini adalah Sifat Qanaah.

Lawan dari sifat Qanaah adalah sifat Rakus alias serakah.

Qanaah adalah sumber ketenangan jiwa dan hati.

Rakus alias Serakah adalah sumber masalah, sumber keresahan, kecelakaan, dan kesengsaraan.

Allah berfirman:

اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan kotoran darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. al-Ahzab, 33: 33).

ar-Rijs artinya kotoran yang dimaksud dalam ayat ini adalah sifat rakus, serakah, dan kikir.

Sifat rakus adalah kotoran dan penyakit hati.

Ketika hidup tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ada, selalu mau banyak dan lebih dari apa yang sudah dimiliki, maka hati dan jiwa tidak pernah tenang, selalu resah dan gelisah, pada akhirnya bisa stress dan berpotensi munculnya berbagai penyakit.

Sedangkan kalimat وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (membersihkan kamu sebersih-bersihnya), maksudnya adalah dengan sifat Qanaah dan dermawan.

Semoga kita bisa menghiasi diri, hati dan jiwa dengan sifat Qanaah, dan tetap selalu optimis dengan masa depan yang lebih baik dan lebih cerah.

Pontianak, 4 Januari 2026

Posted in: Akhlak / Tasawuf, Kajian Islam

Leave a Comment