MENGAPA HARUS TAKUT

Oleh: Wajidi Sayadi

 

Materi ini bagian dari apa yang disampaikan dalam Ngaji Hadaiq al-Haqaiq rutin Ahad Subuh di Surau Babul Jannah Pontianak.

Kali ini pembahasannya tentang al-Khauf yang berarti Takut.

Mengapa harus takut?

Dalam menjalankan ajaran agama secara baik dan benar harus ada sikap al-Khauf, rasa takut kepada Allah, dan ar-Raja’, rasa penuh harap sepenuhnya hanya kepada Allah. Hal ini sudah dibahas pekan lalu.

Pemantik dan penggerak agar senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah karena adanya rasa takut atau al-Khauf kepada Allah.

Dalam kajian Tasawuf, al-Khauf, rasa takut adalah getaran hati Nurani dari penyaksian terhadap kebesaran keagungan Tuhan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin. (QS. Ali Imran: 175).

Nabi SAW. bersabda: “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah. (HR. Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Nabi SAW. bersabda: “Modal dasar sebuah hikmah adalah takut kepada Allah. (HR. Hakim dari Ibnu Mas’ud).

Nabi SAW. bersabda: “Takut kepada Allah, segala sesuatu akan takut kepadanya. Siapa yang tidak takut kepada Allah, justru ia akan takut kepada segala sesuatu. (HR. Abu asy=Syaikh dari Wailah).

Semua rasa takut atau al-Khauf ini munculnya dari hati Nurani, bukan dari akal pikiran.

Munculnya rasa tidak mau takut, percaya diri berlebih-lebihan, terkadang sikap ceroboh, gegabah dan cenderung menggampangkan masalah, munculnya dari akal pikiran.

Beragama dominan menggunakan hati, tanpa mengabaikan akal pikiran. Akan lpikiran diperlukan untuk pelengkap dan hal-hal tertentu.

Semoga Bermanfaat

Pontianak, 7 Desember 2025

Posted in: Kajian Islam

Leave a Comment