Dibaca 90
Oleh: Wajidi Sayadi
Materi ini bagian dari apa yang disampaikan dalam Ngaji Asbab an-Nuzul dan Tafsir Al-Qur’an rutin Jumat malam di Masjid al-Jamaah Pontianak.
Rasulullah SAW. mengutus Walid bin Uqbah ke Perkampungan Bani Mustalik untuk mengambil zakat yang telah dikumpulkan oleh Al-Harits. Ketika sampai setengah perjalanan, Walid bin Uqbah ragu-ragu berubah pikiran dan ia kembali ke Madinah menemui Rasulullah SAW. dengan merekayasa cerita membuat hoaks. Dia melapor, “Wahai Rasulullah sesungguhnya Al-Harits menolak dan mencegahku untuk mengambil zakat, bahkan ingin membunuhku”, mendengar laporan palsu ini, Rasulullah SAW. segera mengirim pasukan ke perkampungan Bani Mustalik untuk menemui Al-Harits dan para sahabatnya.
Dalam perjalanan mereka bertemu al-Harits yang juga sedang menuju ke Madinah hendak bertemu Rasulullah SAW. Mereka menjelaskan kepada al-Harits bahwa Rasulullah SAW. mengutus kami untuk menemuimu, karena Anda menahan barang zakat bahkan ingin membunuh utusan Rasulullah SAW.
Al-Harits menjawab, “Demi Dzat yang mengutus Muhammad, sesungguhnya kami tidak seperti yang kalian tuduhkan, bahkan kami belum pernah bertemu utusan Rasulullah sama sekali dan dia tidak mendatangiku.” Dalam kasus inilah turun ayat:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujurat, 49: 6).
Ayat ini turun berkaitan dengan perilaku seorang fasik yang gampang berbuat dosa, merekayasa laporan palsu, membuat berita fitnah dan hoaks.
Saat ini kita berada di era teknologi informasi dan komunikasi yang sangat canggih dan sangat memudahkan.
Memudahkan dalam kebaikan juga bisa memudahkan dalam keburukan, termasuk sangat mudah membuat berita Hoaks, berita bohong dan fitnah.
Sejak zaman Nabi SAW. sudah ada orang yang membuat berita Hoaks, fitnah yang menyebabkan antar kelompok salah paham hingga bisa bermusuhan dan berkonflik.
Ayat ini turun sebagai peringatan, agar jangan terlalu cepat percaya begitu saja apabila mendapatkan informasi dari orang fasik atau dari orang tidak jelas.
Harus Selektif, harus Tabayyun, klarifikasi atau teliti lebih dahulu kebenarannya.
Ayat ini sebagi Tuntunan atau Tips, agar selalu Selektif, mengedepankan kehati-hatian dalam menyerap informasi.
Menerima berita atau informasi perlu berhati-hati, selektif dan tabayyun, karena sangat berdampak.
Demikian juga menyebarkan berita sangat perlu berhati-hati, selektif, mana yang pantas disebarluaskan, share dan mana yang tidak pantas, tidak perlu, cukup untuk diri sendiri saja.
Saring dulu, baru Sharing.
Rasulullah SAW. mengingatkan:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Memadailah seseorang (dianggap) berbohong apabila dia menceritakan semua apa yang dia dengar. (HR. Muslim dari Hafash bin ’Ashim).
Semoga Bermanfaat
Pontianak, 29 Nopember 2025