Dibaca 60
Oleh: Wajidi Sayadi
Ketika Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., datang pada acara Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an di Hotel Marlynn Park Jakarta (19 Nop. 2025) lalu para peserta dan undangan yang sudah menunggunya di ruangan pada menyambutnya dan berjabat tangan dengan penuh hormat pada Pak Menteri.
Begitu sampai dekat di kursi yang telah disiapkan, Pak Menteri Agama langsung membungkuk menundukkan kepala dengan penuh hormat takzim di hadapan Guru Besarnya Prof. DR. M. Quraish Shihab, MA. dan menyalaminya.
Saya menyaksikan langsung bagaimana seorang Menteri di hadapan gurunya, adab tetap menjadi utama dan pokok, sehingga jabatannya sebagai Menteri hilang sementara.
Beliau tetap memposisikan diri sebagai murid. Dalam sambutannya pun beberapa kali menyebutkan nama Gurunya sebagai referensi dalam kajian Tafsir Al-Qur’an yang diperoleh selama belajar hingga menjadi seorang Menteri.
Saya teringat tahun 2009, atau 16 tahun lalu, HM. Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI datang membuka acara Pembukaan Ijtimak Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Padang Panjang Sumatera Barat.
Jusuf Kalla sudah berada di atas mimbar panggung dan sudah memegang mic untuk mengucapkan Salam sambil memperhatikan ke peserta yang dihadiri seluruh Ketua MUI dan Ketua Komisi Fatwa serta Pimpinan Pondok Pesantren, Ormas Islam dan Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Tiba-tiba Pak Wakil Presiden tidak jadi mengucapkan salam, Beliau turun dari mimbar, para panitia heran dan sedikit agak panik, ada masalah apa ini Pak Wakil Presiden tiba-tiba tidak jadi sambutan.
Ternyata HM. Jusuf Kalla turun dari mimbar dan berjalan ke arah belakang peserta, rupanya Beliau melihat sosok sang Guru duduk di kursi di tengah-tengah peserta sekitar tiga baris dari paling belakang.
Jusuf Kalla turun dari mimbar hanya untuk menghormati dan menyalami Sang Guru Kharismatik yaitu KH. Muhammad Sanusi Baco, Lc. Ketua MUI Sulawesi Selatan pada waktu itu (2009).
Rasa jabatan Wakil Presiden RI dengan segala macam aturan protokelarannya hilang sesaat di kala bertemu dan berhadapan sang Guru sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan kepada Guru.
Selamat Memperingati Hari Guru Nasional 2025
Foto Illustrasi dari AI
Pontianak, 25 Nopember 2025