Dibaca 44
Materi ini bagian dari Ngaji Hadaiq al-Haqaiq rutin Ahad Subuh di Surau Babul Jannah Pontianak.
Pembicaraan mengenai kehidupan dunia diawali dengan ayat ini
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ
Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu… (QS. Al-Hadid/57: 20).
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Al-Hadid/57: 20).
Dalam Ngaji Tasawuf, kehidupan dunia, apalagi yang berlebih-lebihan akan pasti merusak keikhlasan dan keridhaan Allah di akhirat kelak.
Oleh sebab itulah, pembahasannya diawali dengan peringatan ayat al-Qur’an tersebut, bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan yang bisa melalaikan pada tujuan hidup yang sebenarnya untuk kehidupan akhirat kelak.
Sesungguhnya, yang diperintahkan hakekatnya adalah mencari kebahagiaan di akhirat kelak, tapi tidak mengabaikan kehidupan dunia sebagai fasilitas dan sarana saja.
Allah SWT. menegaskan
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. (QS. al-Qashash, 28: 77).
Al-Imam al-Gazali menjelaskan bahwa apa yang membuat kita lalai dari tujuan hakekat menuju pada ridha Allah itulah dunia. Selama nikmat dan karunia pemberian Allah pada diri kita dalam kehidupan dunia ini justru dipakai sebagai sarana untuk mempermudah dan memperkuat ibadah, dzikir, saling menolong terhadap sesame dalam rangkai meraih ridha Allah, maka sesungguhnya hal itu bukanlah dunia.
Keberadaan niat dan motivasi dalam mengelola nikmat pemberian Allah pada diri kita, sangat penting karena niatlah yang sangat menentukan dan memilah apakah dunia atau akhirat. Maka perbaikilah selalu niat dan motivasinya sehingga semuanya bernilai ibadah dan menjadi jembatan meraih ridha Allah.
Nabi SAW. bersabda: “Siapa yang di hati, jiwa dan pikirannya hanya kehidupan dunia semata, niscaya Allah akan memporak-porandakan urusannya dan menjadikan kemiskinan itu selalu ada di depan matanya dan tidak melakukan sesuatu kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Siapa yang di hati, jiwa dan pikirannya selalu pada kehidupan akhirat, niscaya Allah akan mempermudah semuanya dan menjadikannya kaya dalam hatinya dan memandang dunia itu sebagai sesuatu yang hina.” (HR. Thabarani dari Abu Darda’ dan Ibnu Abi Hati dari Anas).
Pontianak, Ahad, 9 Nopember 2025