Dibaca 33
Materi ini merupakan pembahasan pada Ngaji Tafsir Al-Qur’an pada Subuh Ahad di Surau Babul Jannah Komp. Dinasti Indah Pontianak.
Ayat Maulid yang dimaksud adalah ayat 21 surat al-Ahzab.
Disebut ayat Maulid karena ayat ini sangat populer ketika musim maulid di bulan Rabiul Awal. Hampir seluruh acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. ayat yang dibaca termasuk oleh para penceramahnya adalah ayat al-Qur’an tersebut.
Adapun ayat yang dimaksud adalah:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. (QS. al-Ahzab, 33: 21).
Contoh teladan apa yang dimaksud dalam ayat ini?
Dilihat dari sisi masa dan kronologinya. Ayat ini turun pada perang Khandak tahun ke 5 H. Khandak artinya parit, makanya disebut perang parit.
Ketika pasukan orang-orang musyrik dari Mekah berkoalisi dengan orang-orang Yahudi dari Madinah menyerang kota Madinah, umat Islam dibawah pimpinan Rasulullah SAW. mempertahankan kota Madinah, dengan strategi perang menggali parit di sekeliling kota Madinah sehingga pasukan musuh tidak dapat masuk kota Madinah.
Sahabat yang mengusulkan agar Nabi SAW. beserta para sahabat membuat parit yang akan menjadi penghalang musuh adalah Salman al-Farisi, Nabi SAW. menerima saran dari Salman al-Farisi, maka dibuatlah parit, sehingga terkenal dengan nama perang parit.
Ketika penggalian parit, Nabi Muhammad SAW. turun secara langsung menggali bersama para sahabat. Bahkan ada riwayat menyebutkan pada saat menggali parit terdapat batu besar yang menghalangi penggalian parit, dengan tangan mulia Rasulullah SAW. sambil mengucapkan kalimat Takbir, Allahu Akbar tiga kali, beliau memukul batu besar itu hingga hancur berantakan.
Ketika Nabi Muhammad SAW. memimpin pasukan umat Islam dalam menggali parit secara bersama-sama sebagai bagian dari strategi perang inilah turun ayat:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Perang Khandak disebut juga sebagai perang Ahzab. Maka peristiwa perang Khandak direkam dan ditulis dalam a-Qur’an dengan nama surat al-Ahzab. Termasuk ayat Maulid atau ayat keteladanan Nabi Muhammad SAW. tersebut pada surat al-Ahzab ayat 21.
Contoh teladan yang dimaksud dalam ayat ini dilihat dari sisi historis sejarah turunnya adalah contoh teladan kepemimpinan aktif partisipatif, aspiratif, dan demokratis.
Nabi SAW. sebagai pemimpin turun secara langsung ke lapangan dalam membuat parit di sekeliling Kota Madinah sebagai strategi perang yang menjadi benteng dan penghalang bagi musuh sehingga tidak bisa masuk menyerang kota Madinah.
Kehadiran Rasulullah SAW. di tengah-tengah pasukannya memberikan contoh teladan kepada para pasukan agar berjuang dengan gagah berani dan semangat tempur yang tinggi.
Nabi Muhammad SAW. adalah sosok pemimpin yang aktif partisipatif tampil sebagai teladan dan contoh pada bawahan.
Nabi Muhammad SAW. sebagai pemimpin atau panglima perang bersama-sama pasukan dengan strateginya yang jitu sehingga musuh tidak dapat masuk kota Madinah.
Akhirnya Nabi Muhammad SAW. memenangkan peperangan tanpa pertempuran, tanpa pertumpahan darah.
Panglima perang yang luar biasa dan sukses adalah yang memenangkan peperangan tanpa pertempuran.
Kata Sun Tzu, 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah keterampilan militer yang luar biasa. Tetapi menundukkan kekuatan lawan tanpa pertempuran, itulah keterampilan militer yang paling hebat.
Nabi SAW. adalah sosok pemimpin partisipatif, aspiratif, sangat merakyat, peduli dan demokratis, Beliau menerima saran dan aspirasi dari bawahannya bernama Salman al-Farisi seorang muallaf untuk membuat parit di sekeliling kota Madinah sebagai benteng pertahanan. Inilah contoh teladan yang baik dan sukses.
Selain memahami ayat tersebut secara historisnya, juga ada ulama lainnya yang memahami makna contoh teladan yang dimaksud dalam ayat ini bersifat umum, sehingga mencakup teladan dari seluruh sisi kehidupan pada diri Rasulullah SAW.
Pontianak, 14 Rabiul Awal 1447 H/7 September 2025