TANDA-TANDA DAN AMALAN DI MALAM LAILATUL QADR

Oleh: Wajidi Sayadi
Keistimewaan Lailatul Qadr
Keistimewaan bulan Ramadhan dan umat Islam salah satunya karena adanya malam Lailatul Qadr. Meraih kemuliaan dan berusaha menjadi orang baik dan mulia dengan mendapatkan malam Lailatul Qadr di bulan Ramadhan. Allah Ta’ala menegaskan:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. (QS. al-Qadr, 97: 3).
Rasulullah SAW. memerintahkan agar berusaha mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Beliau bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Usahakanlah mendapatkan Lailatulqadar pada malam ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. (HR. Bukhari dari Aisyah).
Malam-malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadhan, mulai malam 21, 23, 25, 27 atau malam 29.
Tanda-tandanya
Adapun tanda-tandanya Lailah al-Qadar, antara lain dijelaskan Rasulullah SAW.:
وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا
Tanda-tandanya (malam Lailatul Qadr) adalah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa kilauan sinarnya yang menyorot.” (HR. Muslim dari Ubay bin Ka’ab).
Dalm hadis lainnya, Beliau menjelaskan:
إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لَا بَرْدَ فِيهَا ولَا حَرَّ
Sesungguhnya tanda-tandanya Lailatul Qadar bersih terang, pada malam itu seperti bulan purnama, tenang rasanya, sunyi, tidak terasa dingin dan tidak panas. (HR. Ahmad bin Hambal dari Ubbadah bin Shamit).
Persiapan Menyambut dan Menyapanya:
Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan sebagai persiapan menyambut dan disapa oleh malaikat, antara lain:
1. Membaca doa Lailah al-Qadar.
Rasulullah SAW. mengajarkan doa sebagaimana dijelaskan oleh Aisyah isteri Rasulullah SAW. katanya, saya bertanya kepada Rasulullah SAW.: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Baginda Rasul, jika saya tahu bahwa malam ini adalah lailatul Qadar, apa yang saya baca? Beliau menjawab, bacalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah Sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dari Aisyah).
2. Memperbanyak ibadah
Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Siapa yang Qiyam lail pada malam al-Qadar atas dasar penuh iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa masa lalunya. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
3. Tadarrus, Telaah, dan Tadabbur al-Qur’an.
Ibnu Abbas meriwayatkan:
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ
Adalah malaikat Jibril menemui Rasulullah SAW. setiap malam di bulan Ramadhan, lalu keduanya bermudarasah al-Qur’an, tilawah, telaah, tadabbur al-Qur’an. (HR. Bukhari).
4. Melaksanakan I’tikaf.
Aisyah menjelaskan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Rasulullah SAW. senantiasa beritikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan. (HR. Tirmidzi).
Dalam hadis lainnya, Aisyah menjelaskan:
كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه
Adalah Rasulullah SAW. beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga wafatnya. Kemudian para isteri Beliau juga beri’tikaf setelah wafatnya. (HR. Muslim dari Aisyah).
5. Intorpeksi diri dan merenungkan perbaikan kualitas diri, dengan memperbanyak amal sosial kemanusiaan, berbagi dan solidarits serta merawat kebersamaan, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf dan amalan kebaikan lainnya.
Kebaikan dan Ibadah yang dilakukan bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka nilai dan pahalanya sangat luar biasa dan tak terbatas. Bagi mereka yang mereka yang disapa dan didoakan malaikat, maka hati, jiwa dan pikirannya akan lebih tercerahkan, terjaga, terpelihara, dan terkontrol sehingga akan tampak pada tutur kata, sikap dan perilakunya akan semakin bagus, senang, aman, nyaman, damai, selamat, dan menyenangkan dan menyelamatkan orang lain dan lingkungannya. Ini berlaku sepanjang masa. Inilah arti dan makna, lebih mulia dari 1000 bulan, yakni sangat baik dan sempurna sepanjang masa. Wallahu A’lam bi ash-Shawab.
Semoga kita termasuk di antara hamba Allah yang berhasil meraih dan menggapai Lailatul Qadar, disapa dan didoakan malaikat. Semoga Bermanfaat.
Gambar Illustrasi dari AI
Pontianak, 19 Ramadhan 1447 H/9 Maret 2026
Posted in: Kajian Islam

Leave a Comment